Total Tayangan Halaman

Fathayaa-Dongker. Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

My favo place !

My favo place !

Translate

Entri Populer

kawan-kawan :)

RSS



Delhi- Salah satu aspek yang diukur dalam World Class University adalah seberapa banyak tulisan para akademisi dan peneliti di sebuah kampus dikenal, diindeks dan dikutip dalam tulisan-tulisan bertaraf international. Collnet Meeting ke-16 menggelar 11 th International Conference on Webometrics, Informetrics and Scientometrics (WIS) di Institute of Economic Growth – University of Delhi, India.
Para akademisi, pustakawan dan peneliti dari 26 negara (diantaranya Amerika Serikat, Jerman, Polandia, Rusia, Perancis, Iran, Indonesia, Australia, Srilangka, Jepang, Firlandia, Belanda, Kanada, Korea Selatan dan India) hadir mendiskusikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan perkembangan di bidang Webometrics, Informetrics, Scientometrics dan Sosial Media.
Labibah Zain, Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi pembicara tamu dalam acara tersebut. Dalam presentasinya yang dimoderatori oleh Dr Debal C Kar, Presiden Asosiasi Profesi Pustakawan (ASLP) Labibah mengatakan bahwa Sosial media sesungguhnya bisa dijadikan ajang untuk berbagi hasil penelitian. Lebih lanjut, Labibah mengatakan bahwa disamping berbagi pengetahuan tentang hasil riset, beberapa pustakawan di Indonesia menggunakan sosial media untuk membangun branding profesi pustakawan, mengadvokasi profesi dan juga untuk berkomunikasi dengan pengguna dan masyarakat luas.
Disamping menjadi pembicara tamu, Labibah juga diminta utuk menjadi chairperson dalam sesi Quantitative Analysis of S&T Innovations. Collnet meeting and conferences 2015 yang dilaksanakan pada tanggal 26-29 Nopember 2015 merupakan konferensi yang menarik; para peserta menanggapi setiap paparan hasil riset dengan penuh antusias dan metodologi didiskusikan dengan terbuka.
Beberapa temuan dan rekomendasi dari Collnet 2015 adalah:
1. China banyak disebut mengalami kemajuan yang pesat karena paper paper mereka visible di dunia internasional 2. Collaborative Research sangat membantu agar penelitian seseorang/lembaga dikenal dan dikutip banyak orang 3. Pustakawan harus lebih selektif dalam memilih indeks rangking research university yang sesuai dengan visi misi lembaganya. Karena indeks yang dianggap bagus oleh negara tertentu belum tentu dianggap bagus bagi negara lain. Bias bisa jadi ada dimana mana
4. Pustakawan harus lebih proaktif dalam memberikan training tentang information retrieval tools, strategy and resources kepada para akademisi sehingga para akademisi dan peneliti bisa mengakses sumber informasi yang lebih luas. Beberapa peneliti di beberapa negara masih ada yang belum menyadari perkembangan di dunia informasi 5. Sosial media memegang peranan penting dalam menyebarkan hasil riset.
6. Penelitian tentang informetrics di bidang humanity dan social sciences perlu mendapat perhatian karena dalam Collnet 2015 ini bidang Science masih mendominasi.
Disamping diskusi, para peserta juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam “Cultural Programs” yang diadakan panitia dan juga mengunjungi Tajmahal di Agra, India. Konferensi ditutup dengan laporan panitia dan juga jabat tangan dari tuan rumah Dr. P K Jain ( India) kepada calon tuan rumah Collnet 2016, Prof. Dr Jean-Charles Lamirel (Perancis).(Lb)

Sumber http://uin-suka.ac.id/id/berita/detail/1125/dosen-ilmu-perpustakaan-dan-informasi-uin-sunan-kalijaga-menjadi-pembicara-tamu-di-collnet-2015-di-delhi-india

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DIANGGAP SEPELE!



Di dalam hidup ini setiap makhluk hidup membutuhkan air dan makanan untuk melangsungkan hidupnya. Tidak mungkin setiap makhluk hidup hanya membutuhkan makanan saja tanpa menghaluskannya dengan bantuan air. Air mineral atau yang sering disebut “air putih/bening” bagus untuk dikonsumsi setiap harinya, bahkan manusia dianjurkan untuk minum air 8 gelas perharinya. Mungkin, di daerah kita masih sangat mudah untuk mendapatkan air bersih, tapi lihatlah saudara-saudara kita yang berada di luar lingkup hidup kita. Contohnya saja di Papua dan pelosok NTT -berbatasan dengan Timor Leste- masih sangat mebutuhkan air bersih. Dan bukan hanya bersih, tapi juga sehat. Usaha pemerintah sudah cukup baik untuk menyalurkan air bersih ke daerah-daerah pendalaman seperti dua tempat yang disebutkan tadi. Di kota-kota besar bisa disaksikan secara empirik bahwa sangat banyak warga yang menggunakan air bersih secara boros. Padahal jika kembali ditinjau ke daerah-daerah pelosok sangat berbeda dengan kehidupan kita yang serba mencukupi.
Apakah kita sebagai putra/putri Indonesia harus tinggal diam ketika melihat kehidupan saudara kita di sana dilanda kekeringan dan dehidrasi yang mendewa? Tentu tidak! Betapa mirisnya hati ini melihat anak-anak kecil menangis teriak meminta air untuk minum, melihat bapak tua mengelap peluh keringat-keringat mereka dan lansia renta menampung air hujan. Padahal, meminum air sangat besar manfaatnya untuk kehidupan seseorang didunia ini. Bisa dibayangkan jika ada orang yang mengidap berbagai macam penyakit akibat kekurangan air, bahkan tak jarang berujung pada kematian.
Air terlibat dalam saluran pencernaan manusia dan makluk hidup lainnya. Tak perlu, kita akan melirik pada tubuh manusia. Saat lambung manusia menggiling makanan dengan dinding lambung yang seperti handuk, akan sangat mudah dihancurkan dengan bantuan air yang diminum. Bayangkan saja, jika seseorang tidak minum air setelah makan, lambung akan menerima bahkan memaksakan diri untuk menarik air yang di dalam tubuh manusia. Seperti yang telah kita ketahui, di dalam tubuh manusia mengandung jumah kadar air yang sangat besar. Nah, kemudian setelah makanan itu digiling akan didorong untuk masuk ke dalam usus. Di usus akan di saring zat-zat yang berfungsi untuk tubuh dan yang tidak berfungsi akan dibuang nantinya melalui usus besar hingga ke anus. Di sini lagi-lagi dibutuhkan peran air. Sama seperti kejadian di lambung, yang kembali menarik air yang ada di dalam tubuh manusia. Tahukah kamu? Kadar air dalam tubuh manusia sedikit demi sedikit mengalami kekurangan. Belum lagi ketika makanan berada di dalam ginjal. Pastinya ginjal juga akan menarik air yang terdapat di dalam dinding-dinding ginjal. Sehingga tidak sedikit manusia yang mengalami kerusakan pada ginjal bahkan ada yang harus hidup hanya dengan bantuan satu ginjal. Ini terjadi akibat susahnya menyaring makanan dan mengalami kekeringan karena paksaan untuk memfilter zat-zat makanan. Di dalam sistem pencernaan ini, semua sisa-sisa makanan yang tidak berfungsi di dalam tubuh akan didesak ke dalam usus besar dan di sanalah terjadi pembusukan makanan. Pasti bisa dibayangkan jika seseorang tidak meminum air selepas makan dan setelah melewati begitu banyak tahap penggilingan makanan di dalam perut. Apa yang akan terjadi? Di dalam usus besar dilakukan penyerapan air besar-besaran. Tapi, jika dari awal proses penggilingan makanan selalu melibatkan air yang ada di dalam tubuh manusia, maka ketika sisa makanan tersebut telah sampai di usus besar tidak akan lagi dilakukan penyerapan air dari sisa makanan tersebut. Justru agar sisa-sisa makanan tersebut lancar ketika pembuangan, usus besar lagi-lagi harus menarik air di bagian internal tubuh manusia. Telah berapa banyak kadar air yang berkurang. Bahkan air di dalam darah pun –yang diketahui mengandung banyak air di dalam darah- akan ditarik habis-habisan untuk turut membantu dalam proses pencernaan makanan. Tidak heran jika di dunia ini ada yang terserang penyakit ginjal sampai-sampai harus dilakukan cuci darah hanya karena tidak meminum air dalam kadar yang telah dianjurkan. Ada pula karena tidak sanggupnya lagi tubuh dalam menahan pemasukan obat-obat kimia di dalam tubuh dan pencucian darah setiap minggunya, mereka berujung dalam keadaan sangat kritis dan terakhir tertutup kaku oleh selimut kematian.
Beginilah saudara-saudara sekalian akibat dari menyepelekan hal-hal ringan. Semoga kita terus berusaha dan berdo’a agar kehidupan saudara-saudara kita di daerah pendalaman –yang membutuhkan air bersih dan sehat- segera mendapatkan air bersih seperti yang mereka butuhkan. Mari kita wujudkan penggunaan hemat air bersih untuk mensejahterakan kehidupan manusia di muka bumi ini bersama merangkul untuk membagikan air bersih kepada mereka di pelosok sana. Ternyata air sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia dan tanpa manusia serta makhluk hidup lainnya kehidupan ini akan terasa hening.
***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

JURANG KELAM



Angin sejuk mematikan rasa
Mengusap lembut helaian rambut
Merangkul seakan mendorong ke arah jurang
Pelahan sayap tak lagi terkepak
Meraih tangga tak kian sampai
Napas batin tertahan
Seolah nyawa tak lagi menyatu
Terjatuh lemah dalam ingatan
Menanjaki butiran debu di udara
Dalam jurang !! tersungkur kaku
Jurang hitam yang kelam
Kelam legam
Tak terdengar kutiknya suara
Aku lupa siapa aku
Aku lupa jasadku
Aku lupa jiwaku
Peluh !!
Semua orang menertawakanku
Tertawa akan kebodohan
Bodoh tak ternilai
Biarlah, biarlah mereka tertawa akan nasib burukku
Tertawalah pada dunia
Katakan bahwa aku bodoh !!
Tak masalah, ini hidupku (tersenyum sinis)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

UIN SUNAN KALIJAGA MASUK REKOR MURI SEBAGAI PERPUSTAKAAN PERTAMA YANG MENGGUNAKAN TEKNOLOGI RFID

Kamis, 06 Desember 2012 11:05 WIB


Penghargaan Rekor MURI diserahkan oleh wakil dari Direktur Muri (Dr. Jayasuprana) yakni Ari Indriani kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. H. Musa Asy’ari

UIN Sunan Kalijaga  menerima penghargaan Rekor MURI untuk Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, sebagai perpustakaan pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identivication) dalam peminjaman dan pengembalian buku secara mandiri. Penghargaan Rekor MURI diserahkan oleh wakil dari Direktur Muri (Dr. Jayasuprana) yakni Ari Indriani kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. H. Musa Asy’ari.
Dalam pidatonya sebelum menyerahkan, Ari Andriani menyampaikan, UPT Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga masuk rekor MURI yang ke 5727. Di Musian MURI ada 4 kategori untuk bisa masuk rekor MURI, yakni, Pertama, Paling, Unik dan Langka. Sementara UPT. Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dikategorikan sebagai yang pertama (pelopor) pengguna teknologi RFID. Penetapan inipun didasarkan atas rekomendasi dari Assosiasi Perguruan Tinggi Islam di Indonesia dan dari PT Fisikom Citra Perkasa, sebagai perusahaan yang mengeluarkan produk teknologi RFID.
Musa Asy’ari berharap, dengan penghargaan ini, bisa lebih memacu UPT Perpustakaan untuk mengembangkan pemanfaatkan perpustakaan UIN Sunan Kalijaga agar dari hari –ke hari selalu mengalami peningkatan pengunjungnya, dengan kenyamanan tempat, kelengkapan koleksi buku-buku, kelengkapan dan kemudahan fasilitas dan keprofesionalan dan keramahan pengelolanya. Ke Depan, diharapkan perpustakaan UIN Sunan Kalijaga semakin mendukung kemudahan belajar di kampus putih ini.
Kepala UPT. Perpustakaan UIN Sunan kalijaga, Solikin Arianto dalam laporannya menyampaikan, penggunakan teknologi RFID sudah dimulai sejak tahun 2007. Hingga hari ini perpustakaan UIN Sunan Kalijaga tetap konsistem menggunakan pelayanan teknologi RFID kepada 12.500 anggotanya, dengan jumlah koleksi buku 150.000 eksemplar. Agustus 2007, 5 perangkat teknologi RFID yang dimiliki.  Yang dipergunakan antara lain : 1 unit untuk perangkat pengisian data RFID, 1 unit perangkat peminjaman dan pengembalian buku, 1 unit perangkat pengembalian koleksi buku di luar gedung perpustakaan dan 2 pasang pintu pengmanan RFID.
Dengan teknologi ini, jumlah peminjang selalu mengalami peningkatan sekitar 24% per tahun. Sehingga dirasa perlu melakukan penambahan peralatan RFID. Maka tiap tahun UPT Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga melakukan penambahan perangkat RFID, hingga sampai saat ini telah memiliki 9 perangkat. Dengan penganugerahan rekor MURI, pihaknya berharap bisa membangun citra positif dunia perpustakaan dan pustakawan di tanah air, sehingga pemerintah dan masyarakat dapat memberikan perhatian dan apresiasi yang tinggi terhadap keberadaan perpustakaan dan pustakawan. Kata Solikin.
Selesai penganugeran penghargaan rekor MURI, dilanjutkan Seminar Nasional Mengangkat tema “ Akses Perpustakaan dengan Cloud Computing dan Social Networking”, dengan nara sumber : Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D., (Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer UI yang juga menjabat sebagai Dewan Teknologi Informasi dan Kominikasi Nasional), Putu Laxman Pendit dan agung Fatwanto (Dosen Teknuik Informatika UIN Sunan Kalijaga). Dengan Seminar Nasional ini, Solikin Arianto berharap,  berharap kehadiran teknologi informasi dalam dunia perpustakaan, menggugah semangat para pustakawa untuk selalu terlibat dalam proses transformasi informasi menjadi pengetahuan dan kecerdasan sosial. Lebih jauh lagi, kehadiran Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat mendukung dan memperkuat peran pustakawan dalam menjunjung tiga pilar kebijakan pendidikan , yakni : perluasan dan pemerataan pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, serta penguatan tata  kelola akuntabilitas dan citra publik pendidikan. Dengan demikian, peranan pustakawan melalui TIK dalam dunia pendidikan dapat menghantarkan institusi pendidikan menjadi semakin bermutu, akuntabe;l, murah, merata, dan terjangkau oleh banyak rakyat.
Berkenaan dengan berkembangnya teknologi cloud computing (komputasi awan) dan sosial networking, yang sampai saat ini masih menimbulkan pro dan kontra, positif atau negatif pemanfaatannya, seminar nasional ini bisa menjadi forum diskusi akademik yang obyektif tentang peluang dan tantangan pengembangan TI di Perpustakaan, harap Solikin arianto. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Haruskah Aku Diam ?

DIAM dalam kegelapan
DIAM tak bersuara
DIAM berujungbisu
DIAM tak berhenti mengeluh
DIAM dalam tatapan senja
DIAM kala mentari meredup
DIAM di bawah langit kelam
DIAM terpaku kesedihan
DIAM ironis luka pedih
DIAM berhenti bernyanyi
DIAM di sudut ruang
DIAM di atas panggung
DIAM  bernada pilu
DIAM saat berbincang
DIAM terketuk batin
DIAM mmeratapi nasib
DIAM tak lagi berceloteh
DIAM di depan layar
DIAM malu dalam segala hal
DIAM bernada DIAM
DIAM dalam DIAM
DIAM saat DIAM


DIAM !!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

L A N G I T ^_^

Saat langit tahu makna kesenangan
Pastilah ia tidak akan menangis dalam sepinya
Mungkin, air mata tak akan pernah jatuh ke muka bumi
Membasahi pedagang yang tengah berjualan
Membasahi seragam anak-anak ke sekolah
Tpi di lain sisi
Air mata sepi dari langit
Membawa berita gembira pada negeri Etiopia
Membutuhkan air sebab dilanda kekeringan panjang
Langit tak bersuara
Ekspresi cuaca yang ditorehkan
Jika ia bersedih, planetlah tempat ia bersandar
Jika ia senang, pastilah insan ia sayangi
Bagiku, langit tak pernah menangis
Ia selalu berbagi atas kehendak Tuhan
Berbagi untuk bersama
Dalam satu kasih
Penuh cinta dan melodi tembang
Seperti yang dicitakan bocah pinggir jalan
Percayalah langit akan selalu menggores senyuman untuk seluruh umat
Dan takkan pernah menyendiri di awan kelam

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HIDUP ?

Hari cerah adalah impian setiap
Pelangi adalah warna-warna terang
Penuh makna dalam berdikari
Dan tenang menyikapi
Hari kemenangan adalah cita-cita yang tlah dijunjung tinggi
Membuka semangat baru untuk para bocah
Menenteng tas slempang di bahu kiri
Bergandeng tangan ke sekolah
Hari Minggu adalah ketenangan bagi setiap mahasiswa
Bebas dari tugas
Beban sejenak terlepas
Pikiran lempang melayang
Inilah HIDUP !!
Selalu dikagumi rakyat
Disenangi para koruptor
Tanpa melihat khalayak umum di sekeliling
Hidup itu indah bagi para cilik
Bisa bermain kelereng
Menari dengan bayangan di bawah terik matahari
Tak beralas kaki
Ia bercoeloteh
HIDUP ADALAH MASALAH !!
JIKA KAMU TIDAK INGIN BERMASALAH, MAKA JANGAN HIDUP !!!
Saling tertawa
Bergelitik lantang
Aku rindu saat itu
Saat masih dalam pangkuan ayunan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS