Total Tayangan Halaman

Fathayaa-Dongker. Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

My favo place !

My favo place !

Translate

Entri Populer

kawan-kawan :)

RSS

DIANGGAP SEPELE!



Di dalam hidup ini setiap makhluk hidup membutuhkan air dan makanan untuk melangsungkan hidupnya. Tidak mungkin setiap makhluk hidup hanya membutuhkan makanan saja tanpa menghaluskannya dengan bantuan air. Air mineral atau yang sering disebut “air putih/bening” bagus untuk dikonsumsi setiap harinya, bahkan manusia dianjurkan untuk minum air 8 gelas perharinya. Mungkin, di daerah kita masih sangat mudah untuk mendapatkan air bersih, tapi lihatlah saudara-saudara kita yang berada di luar lingkup hidup kita. Contohnya saja di Papua dan pelosok NTT -berbatasan dengan Timor Leste- masih sangat mebutuhkan air bersih. Dan bukan hanya bersih, tapi juga sehat. Usaha pemerintah sudah cukup baik untuk menyalurkan air bersih ke daerah-daerah pendalaman seperti dua tempat yang disebutkan tadi. Di kota-kota besar bisa disaksikan secara empirik bahwa sangat banyak warga yang menggunakan air bersih secara boros. Padahal jika kembali ditinjau ke daerah-daerah pelosok sangat berbeda dengan kehidupan kita yang serba mencukupi.
Apakah kita sebagai putra/putri Indonesia harus tinggal diam ketika melihat kehidupan saudara kita di sana dilanda kekeringan dan dehidrasi yang mendewa? Tentu tidak! Betapa mirisnya hati ini melihat anak-anak kecil menangis teriak meminta air untuk minum, melihat bapak tua mengelap peluh keringat-keringat mereka dan lansia renta menampung air hujan. Padahal, meminum air sangat besar manfaatnya untuk kehidupan seseorang didunia ini. Bisa dibayangkan jika ada orang yang mengidap berbagai macam penyakit akibat kekurangan air, bahkan tak jarang berujung pada kematian.
Air terlibat dalam saluran pencernaan manusia dan makluk hidup lainnya. Tak perlu, kita akan melirik pada tubuh manusia. Saat lambung manusia menggiling makanan dengan dinding lambung yang seperti handuk, akan sangat mudah dihancurkan dengan bantuan air yang diminum. Bayangkan saja, jika seseorang tidak minum air setelah makan, lambung akan menerima bahkan memaksakan diri untuk menarik air yang di dalam tubuh manusia. Seperti yang telah kita ketahui, di dalam tubuh manusia mengandung jumah kadar air yang sangat besar. Nah, kemudian setelah makanan itu digiling akan didorong untuk masuk ke dalam usus. Di usus akan di saring zat-zat yang berfungsi untuk tubuh dan yang tidak berfungsi akan dibuang nantinya melalui usus besar hingga ke anus. Di sini lagi-lagi dibutuhkan peran air. Sama seperti kejadian di lambung, yang kembali menarik air yang ada di dalam tubuh manusia. Tahukah kamu? Kadar air dalam tubuh manusia sedikit demi sedikit mengalami kekurangan. Belum lagi ketika makanan berada di dalam ginjal. Pastinya ginjal juga akan menarik air yang terdapat di dalam dinding-dinding ginjal. Sehingga tidak sedikit manusia yang mengalami kerusakan pada ginjal bahkan ada yang harus hidup hanya dengan bantuan satu ginjal. Ini terjadi akibat susahnya menyaring makanan dan mengalami kekeringan karena paksaan untuk memfilter zat-zat makanan. Di dalam sistem pencernaan ini, semua sisa-sisa makanan yang tidak berfungsi di dalam tubuh akan didesak ke dalam usus besar dan di sanalah terjadi pembusukan makanan. Pasti bisa dibayangkan jika seseorang tidak meminum air selepas makan dan setelah melewati begitu banyak tahap penggilingan makanan di dalam perut. Apa yang akan terjadi? Di dalam usus besar dilakukan penyerapan air besar-besaran. Tapi, jika dari awal proses penggilingan makanan selalu melibatkan air yang ada di dalam tubuh manusia, maka ketika sisa makanan tersebut telah sampai di usus besar tidak akan lagi dilakukan penyerapan air dari sisa makanan tersebut. Justru agar sisa-sisa makanan tersebut lancar ketika pembuangan, usus besar lagi-lagi harus menarik air di bagian internal tubuh manusia. Telah berapa banyak kadar air yang berkurang. Bahkan air di dalam darah pun –yang diketahui mengandung banyak air di dalam darah- akan ditarik habis-habisan untuk turut membantu dalam proses pencernaan makanan. Tidak heran jika di dunia ini ada yang terserang penyakit ginjal sampai-sampai harus dilakukan cuci darah hanya karena tidak meminum air dalam kadar yang telah dianjurkan. Ada pula karena tidak sanggupnya lagi tubuh dalam menahan pemasukan obat-obat kimia di dalam tubuh dan pencucian darah setiap minggunya, mereka berujung dalam keadaan sangat kritis dan terakhir tertutup kaku oleh selimut kematian.
Beginilah saudara-saudara sekalian akibat dari menyepelekan hal-hal ringan. Semoga kita terus berusaha dan berdo’a agar kehidupan saudara-saudara kita di daerah pendalaman –yang membutuhkan air bersih dan sehat- segera mendapatkan air bersih seperti yang mereka butuhkan. Mari kita wujudkan penggunaan hemat air bersih untuk mensejahterakan kehidupan manusia di muka bumi ini bersama merangkul untuk membagikan air bersih kepada mereka di pelosok sana. Ternyata air sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia dan tanpa manusia serta makhluk hidup lainnya kehidupan ini akan terasa hening.
***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS