Di dalam hidup ini setiap makhluk
hidup membutuhkan air dan makanan untuk melangsungkan hidupnya. Tidak mungkin
setiap makhluk hidup hanya membutuhkan makanan saja tanpa menghaluskannya
dengan bantuan air. Air mineral atau yang sering disebut “air putih/bening”
bagus untuk dikonsumsi setiap harinya, bahkan manusia dianjurkan untuk minum
air 8 gelas perharinya. Mungkin, di daerah kita masih sangat mudah untuk
mendapatkan air bersih, tapi lihatlah saudara-saudara kita yang berada di luar
lingkup hidup kita. Contohnya saja di Papua dan pelosok NTT -berbatasan dengan
Timor Leste- masih sangat mebutuhkan air bersih. Dan bukan hanya bersih, tapi
juga sehat. Usaha pemerintah sudah cukup baik untuk menyalurkan air bersih ke
daerah-daerah pendalaman seperti dua tempat yang disebutkan tadi. Di kota-kota
besar bisa disaksikan secara empirik bahwa sangat banyak warga yang menggunakan
air bersih secara boros. Padahal jika kembali ditinjau ke daerah-daerah pelosok
sangat berbeda dengan kehidupan kita yang serba mencukupi.
Apakah kita sebagai putra/putri
Indonesia harus tinggal diam ketika melihat kehidupan saudara kita di sana
dilanda kekeringan dan dehidrasi yang mendewa? Tentu tidak! Betapa mirisnya
hati ini melihat anak-anak kecil menangis teriak meminta air untuk minum,
melihat bapak tua mengelap peluh keringat-keringat mereka dan lansia renta
menampung air hujan. Padahal, meminum air sangat besar manfaatnya untuk kehidupan
seseorang didunia ini. Bisa dibayangkan jika ada orang yang mengidap berbagai
macam penyakit akibat kekurangan air, bahkan tak jarang berujung pada kematian.
Air terlibat dalam saluran pencernaan
manusia dan makluk hidup lainnya. Tak perlu, kita akan melirik pada tubuh
manusia. Saat lambung manusia menggiling makanan dengan dinding lambung yang
seperti handuk, akan sangat mudah dihancurkan dengan bantuan air yang diminum.
Bayangkan saja, jika seseorang tidak minum air setelah makan, lambung akan
menerima bahkan memaksakan diri untuk menarik air yang di dalam tubuh manusia.
Seperti yang telah kita ketahui, di dalam tubuh manusia mengandung jumah kadar
air yang sangat besar. Nah, kemudian setelah makanan itu digiling akan didorong
untuk masuk ke dalam usus. Di usus akan di saring zat-zat yang berfungsi untuk
tubuh dan yang tidak berfungsi akan dibuang nantinya melalui usus besar hingga
ke anus. Di sini lagi-lagi dibutuhkan peran air. Sama seperti kejadian di
lambung, yang kembali menarik air yang ada di dalam tubuh manusia. Tahukah
kamu? Kadar air dalam tubuh manusia sedikit demi sedikit mengalami kekurangan.
Belum lagi ketika makanan berada di dalam ginjal. Pastinya ginjal juga akan menarik
air yang terdapat di dalam dinding-dinding ginjal. Sehingga tidak sedikit
manusia yang mengalami kerusakan pada ginjal bahkan ada yang harus hidup hanya
dengan bantuan satu ginjal. Ini terjadi akibat susahnya menyaring makanan dan
mengalami kekeringan karena paksaan untuk memfilter zat-zat makanan. Di dalam
sistem pencernaan ini, semua sisa-sisa makanan yang tidak berfungsi di dalam
tubuh akan didesak ke dalam usus besar dan di sanalah terjadi pembusukan
makanan. Pasti bisa dibayangkan jika seseorang tidak meminum air selepas makan
dan setelah melewati begitu banyak tahap penggilingan makanan di dalam perut.
Apa yang akan terjadi? Di dalam usus besar dilakukan penyerapan air
besar-besaran. Tapi, jika dari awal proses penggilingan makanan selalu
melibatkan air yang ada di dalam tubuh manusia, maka ketika sisa makanan
tersebut telah sampai di usus besar tidak akan lagi dilakukan penyerapan air
dari sisa makanan tersebut. Justru agar sisa-sisa makanan tersebut lancar
ketika pembuangan, usus besar lagi-lagi harus menarik air di bagian internal
tubuh manusia. Telah berapa banyak kadar air yang berkurang. Bahkan air di
dalam darah pun –yang diketahui mengandung banyak air di dalam darah- akan
ditarik habis-habisan untuk turut membantu dalam proses pencernaan makanan. Tidak
heran jika di dunia ini ada yang terserang penyakit ginjal sampai-sampai harus
dilakukan cuci darah hanya karena tidak meminum air dalam kadar yang telah
dianjurkan. Ada pula karena tidak sanggupnya lagi tubuh dalam menahan pemasukan
obat-obat kimia di dalam tubuh dan pencucian darah setiap minggunya, mereka
berujung dalam keadaan sangat kritis dan terakhir tertutup kaku oleh selimut
kematian.
Beginilah saudara-saudara sekalian
akibat dari menyepelekan hal-hal ringan. Semoga kita terus berusaha dan berdo’a
agar kehidupan saudara-saudara kita di daerah pendalaman –yang membutuhkan air
bersih dan sehat- segera mendapatkan air bersih seperti yang mereka butuhkan. Mari
kita wujudkan penggunaan hemat air bersih untuk mensejahterakan kehidupan
manusia di muka bumi ini bersama merangkul untuk membagikan air bersih kepada
mereka di pelosok sana. Ternyata air sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia
dan tanpa manusia serta makhluk hidup lainnya kehidupan ini akan terasa hening.
***






