Termenung daku dalam sepinya malam
Teringat kisah kala remaja
Ukiran kenangan banyak terjalin
Persahabatan, suka, duka, dan cinta
terlukis
Menatap wajahmu lekat dalam hitungan
detik
Melirik kilauan matamu membuatku tenang
Menyapa senyum adalah kenangan
Hari esok, ntah apa yang akan kulakukan
Berjuta kalimat resah kian menghujam
batin
Pisau pun tajam menikan dan menusuk jiwa
Rasa pilu kian menguasai labuhan hati
Bagai lilin yang tak berapi
Tak ada penerangan dari cahaya api
Hanya sebatang tertancap tegak
Terlihat pucat tak segembira dulu
Aku pun begitu
Kala rindu datang menyerang otakku
Tak ada ucapan lirih yang tersirat dari
bibir
Berapa lama akau akan bersabar
Menunggu senyuman itu kembali menyapaku
Mungkin Tuhan menyuruhku untuk bersabar
Menanti api yang akan menerangi lilin
pilu
Resah pasti akan hilang lenyap dimakan
api
Lalu, apakah api akan selalu ada untuk
sebatang lilin ?
Apakah api merindukan sebatang lilin ?
Aku diam
Kembali merenungi cerita akhir pertemuan
Bagiku pertemuan terakhir bukanlah hal
yang menyedihkan
Tapi, ini adalah awal dari hidup yang
menyenangkan
Percayalah, api tak ganas kala bertemu
lilin
Namun, api akan bercahaya menerangi
lilin yang sepi








2 komentar:
eeeaaaaaaaaaaaaaaa
deg pahhhhhhh, ahaha :D :D
Posting Komentar