Bumi terus berputar
Mengitari matahari dan bulan mendampingi
Bintang selalu berjanji tuk tersenyum
Menatap kilaunya matahari
Dan berkata janganlah kau meredup duhai matahari
Tersipu, memandang surya yang tengah mendagu
Takjub meneropong angkasa di atas sajadah langit
Kisah alam tak selamanya baik
Kadang kala di atas, bahkan terpuruk jatuh sekalipun
Manusia angkuh tak lebih baik dari seekor keledai
Apakah aku angkuh kawan ?
Bintang, matahari, apakah aku angkuh ?
Bisiikan satu kata saja ditelingaku
Katakan padaku bahwa angkuh itu benar
Benar menurut sejajar preman di tikungan jalan
menepi !!!
Tersudut banyak sindiran pedas ketas
Dipenuhi lirikan tajam
Melebihi mata pisau
Berkilau bak ujung tanduk
Aiihh, kepalaku sakit
Otakku kaku
Tak ada isyarat baru yang kuterima
Semua ilusi nyata menerpaku
Aktual telah meniadakanku
Tinggallah jasad lumpuh
Tuhan...
Hilangkan keangkuhan ku dari tubuh mungil ini
Aku terlalu kecil
Amat terlalu hina untuk melebihi diriMU
Aku hanya ingin seperti matahari yang dirindukan bintang


















