Di sudut ruang terpaku aku akan takdir
Mengulang kembali tragedi batin siang tadi
Ah, sesalku tiada arti
Hatiku terasuki bisikan nafsu
Nafsu keji diterpa amarah ganas
Tak bersabar menanam pedih
Terungkap sudah dengki dalam netapa
Bukanlah ia yang berdosa
Bukanlah ia yang bersalah
Tapi aku berdusta
Membohongi hati kecil dalam kotak
Terlalu meluapkan rasa benciku padanya
Rasanya bedebah !!!
Aiihh !!
Aku sungguh hina, kawan
Menatap wajahnya adalah siksa
Namun apa hendak dikata
Otakku tak sama dengan otaknya
Tatapan matanya tegas
Langkahnya tegap
Sekali lagi kukatakan
Ia tak berdosa
Ia tak tahu tentang keirianku
Tapi di sudut ruang
Telah kubuang dengki ku lewat jendela
Dan izinkanlah angin menerbangkan kedengkianku
Salam kawan yang di ujung sana
bukan maksudku untuk mengajakmu perang
Ini masihlah permulaan
Marilah kita berteman
Saling merangkul untuk masa depan
Bertukar cerita
Melukis senyum bersama
Dan menaburkan sejuta kata manis untuk perjuangan kita
#salam untuk kerabat













